mitramediaindonesia.com
JEMBER – Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan munculnya pemberitaan tentang salah satu oknum guru yang dipergoki keluar dari hotel kelas melati yang ada di wilayah Jember bersama mantan siswinya yang sudah menjalin hubungan selama tiga tahun terakhir.
Informasi data yang dikutip dan diperoleh dari sumber salah satu media cetak Suksesi menjelaskan bahwasanya salah satu oknum guru di MTs Negeri 9 Jember sungguh biadab dan tidak patut untuk dicontoh. Bagaimana tidak, MH (58) yang menjabat sebagai guru ahli muda bidang studi fiqih dan berstatus PNS (pegawai negeri sipil) “garap” siswi SMK yang masih di bawah umur sebut saja Bunga (17) di hotel kelas melati di wilayah Jember pada Sabtu (21/09/2024).
Menurut sumber informasi data yang diperoleh yakni media Suksesi, yang lebih mengejutkan lagi MH mengaku dirinya sudah menjalin hubungan dengan korban Bunga selama tiga tahun terakhir, semenjak korban masih menjadi siswi di MTs Negeri 9 Jember yang gedung sekolahnya tepat berada di belakang kantor Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, dan MH juga mengaku sudah tiga kali ngamar di hotel dengan Bunga dan melakukan hubungan suami istri.
Terbongkarnya perbuatan yang tidak bermoral tersebut ini berawal ketika keduanya dipergoki keluar dari hotel sekitar pukul 14.30 WIB pada hari itu dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia hitam nopol P 1477 KL, MH yang mengemudikan kendaraan tersebut dan Bunga duduk disampingnya, juga diketahui MH dan keluarganya yang saat ini tinggal di gang 6 Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari.

Pihak MTs Negeri 9 Jember menanggapi tentang adanya perbuatan asusila MH kepada Bunga yang sudah masuk kriteria anak di bawah umur melalui empat wakil kepala sekolah nya, serta seorang kepala bagian Tata Usaha angkat bicara ketika dikonfirmasi rekan-rekan dari media Suksesi pada hari Kamis (26/09/2024).
Menurutnya kasus yang menimpa MH adalah murni permasalahan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah”, ujar kepala sekolah seorang perempuan yang tidak mau di sebutkan namanya. Dan empat wakil kepala sekolah yang juga meminta agar tidak menyeret nama sekolah terkait permasalahan yang di hadapi oleh MH saat ini, karena ini berkaitan dengan pribadi dia (MH), akhlaknya yang tidak mencerminkan lembaga kami seperti itu ya, juga masalah kedisiplinan itu kami sudah ada SOP nya” tegas WD yang mewakili ke empat wakil kepala sekolah lainnya.
Sebenarnya MH sudah lama mendapat teguran dari sekolah, bahkan sudah pernah dirapatkan oleh sekolah lantaran sudah lama dan sekolah sudah tahu dan sudah ada teguran sebagai peringatan dan juga dadah ada tindakan dari sekolah. Namun pihak sekolah enggan untuk menerangkan lebih detail kapan teguran tersebut dilakukan, serta terkait masalah apa?, sehingga patut diduga jika perbuatan cabul MH sudah berlangsung lama, dan patut diduga korbannya lebih dari satu orang. Yang jelas ada indikasi, tapi saya tidak bilang begitu… itu hanya indikasi dan itu sudah di peringatkan. Maksudnya sudah diperingatkan, kalau sampean bilang dari pihak sekolah tidak mau tahu atau lepas tangan”, terangnya.
(Vans/Red)



