Satgas TNI Pos Eromaga Layani Kesehatan Pengungsi di Eronggobak,Di Balik Lembah, Ada Luka yang Dirawat dengan Cinta

mitramediaindonesia.com

[ ERONGGOBAK, PAPUA TENGAH ] — Di balik birunya terpal dan tumpukan jerami yang dijadikan alas tidur, tersimpan luka yang tak hanya terlihat oleh mata, tapi juga yang menggurat di hati. Sekitar 37 warga dewasa dari Kampung Eronggobak, yang kini mengungsi karena kondisi keamanan yang belum menentu, menerima pelayanan kesehatan dari para prajurit Satgas Yonif 700/WYC Pos Eromaga, (25/6/2025).

Bukan rumah sakit, bukan pula klinik. Namun di bawah naungan bilik darurat beratapkan dedaunan dan plastik biru, seorang prajurit berseragam loreng dengan simbol palang merah di lengan kanannya, duduk bersimpuh memeriksa luka kaki seorang anak. Tangannya cekatan, namun matanya menyimpan keprihatinan yang dalam. Di sudut lain, seorang ibu tua digenggam tensinya dengan lembut — bukan sekadar untuk mengukur tekanan darah, tapi juga untuk meredakan tekanan hidup yang mereka alami.

“Saya prihatin, sangat prihatin. Mereka tidak tahu sampai kapan harus berada di sini. Mereka hanya ingin hidup aman, itu saja,” ujar Danpos Eromaga, Letda Inf Sudirman, dengan mata yang menerawang ke kejauhan.

“Kami datang bukan hanya membawa obat-obatan, tapi juga harapan. Kepedulian itu bukan tugas, tapi panggilan nurani,” tambahnya.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini menjadi cermin nyata bahwa di tengah dinginnya kabut pegunungan dan tegangnya situasi keamanan, masih ada kehangatan yang datang dari ketulusan. Satgas Yonif 700/WYC tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga menjaga denyut kemanusiaan yang kerap kali terlupakan.

Tak ada tepuk tangan. Tak ada sorotan kamera. Tapi setiap perban yang dililit, setiap pelukan yang diberikan, adalah bentuk heroisme yang sesungguhnya — senyap, namun bermakna.

Autentikasi : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700/Wira Yudha Cakti

Related Posts

Letkol Inf Juni Fitriyan Gelar Ngopi Bareng Bersama Sama Rekan Media di Markas Yonif 509/BY Kostrad

mitramediaindonesia.com SECANGKIR KOPI,Adalah istilah yg digunakan Bapak Condromowo 43 Letkol Inf Juni Fitriyan,S.H;M.H.I Danyonif 509/ BY Kostrad dalam menjalin silaturahmi dan komunikasi dgn seluruh lapisan. Dengan makna :Serunya Canda Tawa…

Anak Papua Cerdas Satgas Yonif 521/DY Bantu Tingkatkan Partisipasi Kegiatan Pendidikan

mitramediaindonesia.com Jayawijaya, –Sejarah mengenai Madrasah Ibtidaiyah (MI) Walesi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, berkaitan erat dengan keberadaan komunitas Muslim di wilayah tersebut, terutama yang didukung oleh Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *